JABATAN-JABATAN DIATAS KAPAL

imo IMO ORGANISASI MARITIM INTERNASIONAL DAN SOLAS SAFETY OF LIFE AT SEA 
Tiga utama departemen, Dalam Kapal Merchant normal’s melengkapi tiga departemen :
  • Dek
  • Mesin
  • Catering
Departemen Deck bertanggung jawab untuk navigasi aman kapal, perawatan kargo sementara di laut dan beban aman dan pemakaian muatandi pelabuhan. Departemen Deck juga bertanggung jawab untuk pemeliharaan kapal kosmetik, operasi ilmu pelayaran, dan sebagian besar bisnis yang legal dan komersial di papan tulis.
Kapten/Nahkoda
Master adalah wakil manajemen perusahaan dan otoritas tertinggi di papan tulis.Master bertanggung jawab atas kehidupan semua personel di papan, keamanan kapal, kargo dan lingkungan.
Master bertanggung jawab untuk memastikan bahwa kapal tersebut navigasikan dan dioperasikan dengan aman dan efisien, sehubungan dengan peraturan internasional, nasional dan perusahaan.
Chief Officer
Chief Officer adalah Keselamatan yang ditunjuk dan Pelatihan Officer kapal, dan bertanggung jawab Departemen Deck. Chief Officer bertanggung jawab kepada Guru atas semua hal Deck Departemen terkait, termasuk perencanaan dan pelaksanaan semua operasi kargo dan pemberat.
Second Officer
Pejabat kedua adalah Watchkeeping Pejabat yang bertanggung jawab untuk peralatan navigasi jembatan, perencanaan perjalanan, perlengkapan medis dan peralatan radio.
Third Officer
Pejabat Ketiga adalah Pejabat Watchkeeping bertanggung jawab untuk menjaga kehidupan kapal-tabungan dan pemadam kebakaran peralatan keselamatan dan administrasi umum.
Kepala kelasi (serang)
Laporan kepada Pejabat Kepala dan mengawasi / memimpin Mampu Seamen dan Seamen Biasa.
Pumpman
Laporan kepada Pejabat Kepala, membantu dengan operasi kargo, dan melakukan pemeliharaan rutin mesin dek dan peralatan.
AB (Seaman Mampu)
Mendukung Pejabat Deck dalam semua aspek jembatan, kargo dan operasi ilmu pelayaran, di bawah pengawasan kepala kelasi, dan Pumpman diperlukan.
O / S (Seaman Biasa)
Junior posisi ke Seaman Able, O / S mendukung Pejabat Deck dalam semua aspek jembatan, kargo dan operasi ilmu pelayaran, di bawah pengawasan kepala kelasi, dan Pumpman diperlukan.

Departemen Mesin
Departemen Mesin bertanggung jawab untuk menjalankan dan pemeliharaanperalatan mekanik dan listrik di seluruh kapal termasuk mesin utama, boiler, pompa,generator listrik, generator plant refrigerasi dan air tawar. Chief Engineer
The Chief Engineer bertanggung jawab Departemen Engine, dan bertanggung jawab kepada Guru atas segala hal Departemen. The Chief Engineer bertanggung jawab atas pemeliharaan teknis dari semua peralatan di Ruang Engine, dan mesin di dek.
First Asisten Engineer
Pertama Asisten Engineer bertanggung jawab atas operasi sehari-hari DepartemenEngine dan Pejabat Engineer dan kru.
Asisten II Engineer
Kedua Asisten Engineer adalah Engineer Watchkeeping bertanggung jawab atas kondisi dan pemeliharaan generator, pompa kargo, pompa pompa bahan bakar danminyak pelumas.
Third Asisten Engineer
Ketiga adalah Asisten Engineer Insinyur Watchkeeping bertanggung jawab atas kondisi dan pemeliharaan kompresor udara, pemurni, generator air tawar, boiler,mesin sekoci, dan bersama dengan petugas Ketiga, pemadam kebakaran danperalatan yang menyelamatkan jiwa di Ruang Engine.
Number one Oiler
Laporan ke Asisten Pertama Engineer dan mengawasi Oilers dan Wiper,mendelegasikan pekerjaan seperti yang diarahkan oleh Pekerjaan Pertama.
Oiler
Mendukung Pejabat Engineer di semua aspek tugas Watchkeeping mesin,pemeliharaan dan perbaikan.
Wiper
Posisi Junior ke kapal tangki, yang Wiper mendukung Pejabat Engineer di semuaaspek tugas Watchkeeping mesin, pemeliharaan dan perbaikan.
Departemen Catering
Departemen Catering bertanggung jawab untuk semua aspek kuliner di papan kapal,binatu dan kebersihan.
Chief Cook
Chief Cook bertanggung jawab atas kapal Catering Departemen, laporan kepadaGuru, dan mengawasi Cook Kedua dan Utility dalam semua aspek termasuk disiplindan kebersihan. Kepala Cook anggaran dan kontrol pedoman makanan dalambatas-batas yang ditetapkan oleh Guru, merencanakan menu bervariasi, dan bertanggung jawab untuk mempromosikan nilai-nilai gizi dan memasak untukPetugas. Second Cook
Laporan kepada Kepala Cook, memasak untuk peringkat dan membantu Utility padaaspek tugasnya.
Utility
Melayani Pejabat saat makan, membantu Cook Kepala dan Kedua dan melakukanpembersihan dan tugas kebersihan.
KLIK tuk melanjutkan »

DAFTAR NAMA ISTILAH DALAM PELAYARAN

94162801 DAFTAR NAMA ISTILAH DALAM PELAYARAN DAN SINGKATAN NAMA ISTILAH KEPELAUTAN
Daftar Singkatan yang sering ditemukan dalam Istilah Pelayaran :
* AIS : Automatic Identification System
* ALC : Articulated Loading Column
* AMVER : Automated Mutual Assistance Vessel Rescue System
* ASL : Archipelagic Sea Lane
* ATBA : Area To Be Avoided
* ATLAS : Autonomous Temperature Line Acquisition System
* CALM : Catenary Anchor Leg Mooring
* CBM : Conventional Buoy Mooring
* CDC : Certain Dangerous Cargo
* CHA : Competent Harbour Authority
* COTP : Captain of the Port
* CVTS : Co-operative Vessel Traffic System
* DART : Deep-ocean Assessment and Reporting Tsunamis
* DF : Direction Finding
* DG : Degaussing
* DGPS : Differential Global Positioning System
* DPG : Dangerous and Polluting Goods
* DSC : Digital Selective Calling
* DW : Deep Water
* DWT : Deadweight Tonnage
* DZ : Danger Zone
* E : East
* ELSBM : Exposed Location Single Buoy Mooring
* ENE : East Northeast
* EPIRB : Emergency Position Indicating Radio Beacon
* ESE : East Southeast
* ETA : Estimated Time of Arrival
* ETD : Estimated Time of Departure
* FAD : Fish Aggregating Device
* feu : Forty Foot Equivalent Unit
* fm : Fathom(s)
* FPSO : Floating Production Storage and Offloading Vessel
* FPU : Floating Production Unit
* FSO : Floating Storage and Offloding Vessel
* ft : Foot (Feet)
* GMDSS : Global Maritime Distress and Safety System
* GPS : Global Positioning System
* GRT : Gross Register Tonnage
* GT : Gross Tonnage
* HAT : Highest Astronomical Tide
* HF : High Frequency
* hm : Hectometre
* HMS : Her (His) Majesty’s Ship
* HP : Horse Power
* hPa : Hectopascal
* HSC : High Speed Craft
* HW : High Water
* IALA : International Association of Lighthouse Authorities
* IHO : International Hydrographic Organization
* IMDG : International Maritime Dangerous Goods
* IMO : International Maritime Organization
* ISPS : International Ship and Port Facility Security Code
* ITCZ : Intertropical Convergence Zone
* ITZ : Inshore Traffic Zone
* JRCC : Joint Rescue Co-0rdination Centre
* kHz : Kilohertz
* km : Kilometre(s)
* kn : Knot(s)
* kW : Kilowatt(s)
* LANBY : Large Automatic Navigation Buoy
* LASH : Lighter Aboard Ship
* LAT : Lowest Astronomical Tide
* LF : Low Frequency
* LHG : Liquefied Hazardous Gas
* LMT : Local Mean Time
* LNG : Liquefied Natural Gas
* LOA : Length Overall
* LPG : Liquefied Petroleum Gas
* LW : Low Water 
* mb : Milibar(s)
* MCTS : Marine Communications and Traffic Service Centres
* MF : Medium Frequenncy
* MHz : Megahertz
* MHHW : Mean Higher High Water
* MHLW : Mean Higher Low Water
* MHW : Mean High Water
* MHWN : Mean High Water Neaps
* MHWS : Mean High Water spring
* MLHW : Mean Lower High Water
* MLLW : Mean Lower Low Water
* MLW : Mean Low Water
* MLWN : Mean Lower Water Neaps
* MLWS : Mean Lower Water Spring
* MMSI : Maritime Mobile Sevice Identity
* MRCC : Maritime Rescue Co-ordination Centre
* MRSC : Maritime Rescue Sub-Centre
* MSI : Marine Safety Information
* MSL : Mean Sea Level
* MV : Motor Vessel
* MW : Megawatt(s)
* N : North
* NATO : North Atlantic Treaty Organization
* Navtex : Navigational Telex System
* NE : Northeast
* NNE : North Northeast
* NNW : North Northwest
* No : Number
* NRT : Net Register Tonnage
*NT : Net Tonnage
* NW : Northwest
* ODAS : Ocean Data Acquisition System
* PEC : Pilotage Exemption Certificate
* PEL : Port Entry Light
* PLEM : Pipe Line End Manifold
* PMSC : Port Marine Safety Code
* POL : Petrol,Oil & Lubricants
* PSSA : Particularly Sensitive Sea Areas
* PWC : Personal Watercraft
* RCC : Rescue Co-ordination Centre
* RMS : Royal Mail Ship
* RN : Royal Navy
* RoRo : Roll-on,Roll off
* RT : Radio Telephony
* S : South
* SALM : Single Anchor Leg Mooring System
* SALS : Single Anchored Leg Storage System
* SAR : Search And Rescue
* Satnav : Satellite Navigation
* SBM : Single Buoy Mooring
* SE : Southeast
* SHA : Statutory Harbour Authority
* SPM : Single Point Mooring
* sq : Square
* SRR : Search and Rescue Region
* SS : Steamship
* SSCC : Ship Sanitation Control Certificate
* SSE : South Southeast
* SSCEC : Ship Sanitation Control Exemption Certificate
* SSW : South Southwest
* STL : Submerged Turret Loading
* STS : Ship to Ship
* SW : Southwest
* SWATH : Small Waterplane Area Twin Hull Ship
* teu : Twenty Foot Equvalent Unit
* TRITON : Triangle Trans-Ocean Buoy Network
* TSS : Traffic Separation Scheme
* UHF : Ultra High Frequency
* UKC : Under-kell Clereance
* UKHO : United Kingdom Hydrographic Office
* ULCC : Ultra Large Crude Carrier
* UN : United Nations
* UT : Universal Time
* UTC : Co-ordinated Universal Time
* VDR : Voyage Data Recorder
* VHF : Very High Frequency
* VLCC : Very Large Crude Carrier
* VMRS : Vessel Movement Reporting system
* VTC : Vessel Traffic Centre
* VTMS : Vessel Traffic Management System
* VTS : Vessel Trrafic Services
* W : West
* WGS : World Geodetic System
* WMO : World Meteorological Organization
* WNW : West Northwest
* WSW : West Southwest
* WT : radio (Wireless) Telegraphy
KLIK tuk melanjutkan »

GMDSS (GLOBAL MARITIME DISTRESS SAFETY SYSTEM)

GMDSS adalah suatu paket keselamatan yang disetujui secara internasional yang terdiri dari prosedur keselamatan, jenis-jenis peralatan, protokol-protokol komunikasi yang dipakai untuk meningkatkan keselamatan dam mempermudah saat menyelamatkan kapal, perauh, ataupun pesawat terbang yang mengalami kecelakaan.
GMDSS terdiri dari beberapa sistem, beberapa di antaranya baru tetapi kebanyakan peralatan tersebut telah diterapkan selama bertahun-tahun. System tersebut berfungsi untuk : bersiap-siaga (termasuk memantau posisi dari unit yang mengalami kecelakaan), mengkoordinasikan Search and Rescue, mencari lokasi (mengevakuasi korban untuk kembali ke daratan), menyiarkan informasi maritim mengenai keselamatan, komunikasi umum, dan komunikasi antar kapal. Radio komunikasi yang spesifik diperlukan sesuai dengan daerah operasi kapal, bukan berdasarkan tonase kapal tersbut. System tersebut juga terdiri dari peralatan pemancar sinyal berulang sebagai tanda bahaya, serta memiliki sumber power daurat untuk menjalankan fungsinya.
Kapal-kapal yang berfungsi sebagai sarana rekreasi tidak memerlukan peralatan yang sesuai dengan radio GMDSS, tetapi sangat disarankan memakai Radio VHF Digital Selective Calling (DSC), begitu pula untuk sarana-sarana yang berkaitan dengan offshore system dalam waktu dekat harus menggunakan peralatan tersebut. Kapal-kapal di bawah 300 GT tidak termasuk dalam peraturan yang mewajibkan pemakaian GMDSS. Kapal-kapal yang memiliki bobot mati antara 300-500 GT disarankan tapi tidak diwajibkan untuk menggunakan GMDSS, namun kapal-kapal di atas 500 GT sudah diharuskan menggunakan peralatan yang mendukung GMDSS.

KOMPONEN-KOMPONEN GMDSS
  • Emergency Position-Indicating Radio Beacon (EPIRB)
Cospas-Sarsat adalah satelit internasional yang berfungsi sebagai basis SAR System (SARS). Satelit ini didirikan oleh Kanada, Prancis, Amerika, dan Rusia. Keempat Negara ini bergabung untuk mengembangkan EPIRB (yang berfrekuensi 406 Mhz) sebagai sebuah elemen dari GMDSS yang didesain untuk dapat beroperasi dengan menggunakan sistem Cospas-Sarsat. Peralatan EPIRB yang bekerja secara otomatis saat kapal mengalami kecelakaan ini (saat ini diharuskan oleh SOLAS untuk dipakai pada semua kapal, baik kapal-kapal komersial maupun kapal-kapal penumpang) didesain untuk mentransmisikan sinyalnya yang berisi data indentifikasi registrasi sebuah kapal yang mengalami kecelakaan dan lokasi akurat kapal tersebut ke Rescue Coordinaion Centre (RCC) terdekat. Desain terbaru EPIRB saat ini terkoordinasi pula dengan system GPS, sehingga memungkinkan bagi receiver (penerima sinyal) untuk dapat memastikan posisi kapal yang mengalami kecelakaan dengan sangat akurat.
  • NAVTEX
Sistem Satelit yang dioperasikan oleh Inmarsat, yang berada di bawah kontrak dengan IMSO (International Mobile Satellite Organization), juga merupakan elemen penting dari system GMDSS. Empat jenis Inmarsat Ship Earth Station Terminal(Terminal Stasiun Penerima Inmarsat di Bumi ) yang kompatibel dengan GMDSS antara lain : Inmarsat versi A, B, C, dan F77

Inmarsat-A – Versi pertama yang dioperasikan oleh Inmarsat, memiki fungsi sebagai penerima sinyal mengenai informasi yang diperlukan oleh sistem GMDSS melalui transmisi oleh satelit milik inmarsat. IMSO telah mengajukan pada IMO untuk memperbarui Inmarsat-A dengan cara diganti dengan versi yang berteknologi lebih modern dan segera menghentikan penggunaanya pada tanggal 31 Desember 2007. Mulai saat itu, Inmarsat-A tidak digunakan lagi.

Inmarsat- B dan F 77 – adalah versi penyempurnaan dari versi A, menyediakan jaringan telepon, telex, high speed data service (termasuk distress priority telephone dan telex service dari dan ke RCC) antara kapal ke bangunan lepas pantai, kapal ke kapal, maupun bangunan lepas pantai ke kapal. Versi F77 merupakan versi yang didesain untuk digunakan dengan Inmarsat-C karena kemampuan transmisi datanya tidak memenuhi persyaratan GMDSS.

Inmarsat-C – menyediakan fasilitas penyimpanan dan pengiriman data (store-and-forward data), dan fasilitas e-mail dari kapal ke bangunan lepas pantai, bangunan lepas pantai ke kapal, maupun dari kapal ke kapal. Inmarsat-C juga memiliki kemampuan untuk mengirim distress signal (sinyal bahaya) yang terformat ke sebuah RCC dan ke Inmarsat-C SafetyNET Service. Inmarsat-C SafetyNET Service adalah sebuah satelit pemancar informasi keselamatan maritim dunia yang memancarkan informasi peringatan mengenai cuaca buruk (badai maupun gelombang tinggi) di laut, peringatan navigasi pada NAVAREA, peringatan radio navigasi, peringatan laporan adanya bongkahan es dan peringatan-peringatan yang dikeluarkan oleh USCG-Conducted International Ice Patrol, dan informasi-informasi sejenis yang tidak tersedia pada NAVTEX. SafetyNET cara kerjanya mirip dengan NAVTEX pada area di luar jangkauan NAVTEX. Peralatan Inmarsat-C relative lebih ringan dan lebih murah dari pada Inmarsat-A, B, atau F77. Antena Terminal Stasiun Penerima Inmarsat-C di bumi memiliki ukuran yang lebih kecil dibadingkan Inmarsat-A, B, dan F77. SOLAS saai ini menyaratkan Inmarsat-C untuk memiliki sebuah penerima sinyal navigasi satelit yang terintergrasi, koneksi tersebut akan memastikan informasi lokasi yang akurat untuk dikirim ke RCC apabila sinyal tanda bahaya (distress signal) dipancarkan oleh kapal yang mengalami kecelakaan. Inmarsat juga mengoperasikan sistem EPIRB, yaitu Inmarsat-L, yang mirip dengan system yang dioperasikan oleh ME2002 (Penyedia layanan lainnya) .
longte2 GMDSS (GLOBAL MARITIME DISTRESS SAFETY SYSTEM) 
Gambar Cospas-Sarsat System Overview
  • High Frequency
Sebuah Sistem GMDSS juga memerlukan peralatan High Frequency (HF) Radio Telepon dan Raio Telex (narrow-band direct printing), dengan panggilan yang dikirim menggunakan DSC (Digital Selective Calling).
  • Search And Rescue Transponder (SART)
Instalasi GMDSS pada kapal memiliki satu atau lebih peralatan SART yang dipakai untuk melacak lokasi dari survival craft atau kapal yang mengalami kecelakaan dengan cara memancarkan sinyal berupa rangkaian titik pada layar radar kapal-kapal SAR. Ketika terdeteksi oleh radar, SART akan memencarkan sinyal audio dan visual. Jangkauan pendeteksian alat ini tergantung dari tinggi tiang radar kapal-kapal SAR dan ketinggian SART, normalnya sekitar 15 km (8 nm). Catatan penting yang harus diketahui adalah bahwa Marine Radar tidak bisa mendeteksi SART bahkan pada jarak di atas apabila radar tersebut tidak disetting optimal untuk mendeteksi SART.
  • Digital Selective Calling (DSC)
IMO mempekenalkan DSC dengan MF, HF, dan VHF Radio Maritim sebagai bagian dari GMDSS. DSC Diprioritaskan untuk melacak panggilan radio telepon dan MF/HF radio telex dari kapal ke kapal, kapal ke bangunan lepas pantai, dan bangunan lepas pantai ke kapal. Panggilan DSC dapat pula dibut sebagai stasiun individu, stasiun grup, atau “seluruh stasiun” dalam sekali jangkauan. Setiap kapal dan bangunan lepas pantai yang dilengkapi dengan DSC memiliki 9-digit MMSI (Mobile Maritime Service Identity). DSC distress alert yang terdiri dari pesan bahaya terformat, dipakai untuk melacak komunikasi darurat antara kapal dan RCC. Pemakainan DSC dimaksudkan untuk mengurangi ketergantungan pada operator radio pada anjungan kapal untuk mengirimkan sinyal bahaya secara terus-menerus. IMO mensyaratkan DSC untuk dilengkapi dengan MF/HF/ dan VHF Radio yang secara eksternal terhubung dengan satelit penerima navigasi. Koneksi tersebut akan memastikan lokasi akurat sinya bahaya terkirim ke RCC. VHF DSC juga memiliki kemampuan lain di luar persyaratan GMDSS di atas. Pengawas Pelabuhan menggunakan sisten ini untuk melacak kapal-kapal di Pince William Sound, Alaska, yakni sebuah Vessel Traffic Service. IMO dan USCG juga merencanakan untuk mengharuskan kapal-kapal untuk menyertakan sebuah Universal Shipborne Automatic Identification System, yang kompatibel dengan DSC. Peralatan-peralatan komunikasi GMDSS tidak hanya dipakai saat keadaan darurat saja. IMO mengizinkan para pelaut untuk memakai peralatan tersebut secara rutin sebagai sarana telekomunikasi yang menunjang keselamatan.
  • GMDSS SEA AREAS
Ada dua tujuan diadakannya GMDSS Sea Areas yaitu Untuk menjelaskan area di mana layanan GMDSS tersedia dan untuk menjelaskan peralatan GMDSS apa saja yang harus dibawa oleh kapal. Sebelum adanya GMDSS, Jumlah dan jenis peralatan radio keselamatan kapal yang harus dibawa tergantung dari bobotmati kapal tersebut. Dengan adanya GMDSS, jumlah dan jenis peralatan –peralatan tersebut diatur berdasarkan Area di mana kapal tersebut beroperasi. GMDSS Sea Areas ditetapkan oleh pemerintah yang berdaulat di wilayahnya masing-masing. Sebagai tambahan dari peralatan yang ditulis pada bagian sebelumnya, semua kapal-kapal di bawah regulasi GMDSS, harus membawa sebuah Satellite EPIRB, sebuah NAVTEX Receiver (jika kapal tesebut beroperasi di daerah yang terdapat layanan NAVTEX), sebuah Inmarsat-C SafetyNET Receiver (jika kapal tersebut tidak beroperasi pada daerah yang terdapat layanan NAVTEX), sebuah VHF DSC Radio Telephone, dua atau lebih VHF HandHelds, dan sebuah SART.

KLIK tuk melanjutkan »

Belajar C++ Memakai CodeBlocks Linux

Langkah awal jelas mencari file instalasi CodeBlocks, cari saja yang terbaru, search di Google atau search engine apapun, pasti ada kok. Dan setelah itu download juga file tutorialnya. Untuk instalasi mudah kok, seperti kebanyakan software lain. Setelah selesai kamu bisa mencoba masuk ke CodeBlocks dan buka juga file tutorialnya.
Untuk mengikuti tutorialnya sama sekali ngga susah bahkan untuk orang yang belum pernah belajar bahasa pemrograman apapun sebelumnya.
Dari daftar isinya sudah jelas bahwa tutorial ini sangat runut :

Introduction
Instructions for use
Basics of C++
Structure of a program
Variables. Data Types.
Constants
Operators
Basic Input/Output
Control Structures
Control Structures
Functions (I)
Functions (II)
Compound data types
Arrays
Character Sequences
Pointers
Dynamic Memory
Data structures
Other Data Types
Object Oriented Programming
Classes (I)
Classes (II)
Friendship and inheritance
Polymorphism
Advanced concepts
Templates
Namespaces
Exceptions
Type Casting
Preprocessor directives
C++ Standard Library
Input/Output with files

Aku saat ini baru sampai bab 3 dan kemarin nyoba membuat suatu program sederhana pake banget yang berfungsi menghitung luas berbagai bangun 2 dimensi yang nilainya tergantung input dari user. Simple banget kok programnya, anak SD aja pasti juga bisa bikin. Nie source codenya :

// function example
#include
using namespace std;

int main ()
{
int x;
float r, s, p, l, la, t, sa, sb, tt, LL, LP, LPP, LS, LT;
cout << "Menu :"<<>
cout << "Masukkan pilihan anda:";
cin >> x;
switch (x) {
  case 1:
  cout << "Masukkan jari-jari lingkaran:";
  cin >> r;
  LL = r*r*3.14;
  cout <<> 
  cout <<> 
  break; 
  case 2: 
  cout << "Masukkan sisi persegi:"; 
  cin >> s; 
  LP = s*s; 
  cout <<> 
  cout <<> 
  break; 
  case 3: 
  cout << "Masukkan panjang:"; 
  cin >> p; 
  cout << "Masukkan lebar:"; 
  cin >> l; 
  LPP = p*l; 
  cout <<> 
  cout <<> 
  break; 
  case 4: 
  cout << "Masukkan panjang alas:"; 
  cin >> la; 
  cout << "Masukkan tinggi:"; 
  cin >> t; 
  LS = 0.5*la*t; 
  cout <<> 
  cout <<>
  break; 
  case 5: 
  cout << "Masukkan panjang sisi bawah:"; 
  cin >> sb; 
  cout << "Masukkan panjang sisi atas:"; 
  cin >> sa; 
  cout << "Masukkan tinggi:"; 
  cin >> tt; 
  LT = (0.5*sb+0.5*sa)*tt; 
  cout <<> 
  cout <<> 
  break; 
  default: 
  cout << "Tidak ada menu dengan nomor itu"; 
   } 

}


Programnya bersifat TUI (Text User Interface) soalnya belum mampu bikin yang GUI. Silahkan dicoba-coba, gampang banget kan? Tapi lumayan sudah mencakup fungsi-fungsi dasar di bahasa pemrograman C++. Masih jauh dari disebut bisa. Mari belajar bersama. Oya, ini tampilan dari CodeBlocks-nya..

berikut ebook untuk belajar CodeBlocks, dapat di unduh GRATISS disini
KLIK tuk melanjutkan »

Menjalankan XAMPP Otomatis Saat Booting [LINUX OS]

Dalam dunia PHP Programming, salah satu aplikasi server paketan yang paling populer adalah XAMPP untuk sistem operasi windows. Aplikasi besutan apachefriend ini, nggak hanya berjalan di OS windows saja ternyata, ada pula “XAMPP” yang digunakan untuk aplikasi linux (ubuntu) ggak ada perbedaan jauh antara XAMPP di windows maupun dilinux, hanya saja untuk yang versi linux namanya adalah LAMPP (Linux Apache MySQL PHP), dan sejauh yang ane rasakan untuk yang versi linux nggak bisa langsung aktif dijalankan. aplikasi harus dijalankan secara MANUAL lewat konsole dan dengan hak ases root
perintah:

sudo /opt/lampp/lampp start

namun, ada cara lain agar LAMPP dapat dijalankan/diaktifkan secara otomatis sewaktu ubuntu linux booting caranya:
1. Buka terminal Konsole (CTRL+ALT+T)
2. ketikan perintah

sudo pluma /etc/init.d/rc.local

3. lalu tambahkan perintah

/opt/lampp/lampp start

pada baris setelah #! /bin/sh

4. simpan file rc.local
5. sudo reboot <- div="" kamu="" komputer="" reboot="" untuk="">
cobalah setelah komputer on lagi, buka browser kamu.. lalu buka localhost, sudah ON kan LAMPP nya
KLIK tuk melanjutkan »

Build aplikasi android pertama kali di semua distro linux

Assalamu'alaikum waroh matullah wabarakatu. Cuma mau sedikit share tentang cara bikin aplikasi android menggunakan OS Open Source.

1. Install Java
Untuk yang OSnya 32bit.
sudo apt-get install icedtea6-plugin openjdk-6-jre openjdk-6-jdk
Untuk yang Osnya 64bit tambah package ia32-libs, jadi lengkapnya.
sudo apt-get install icedtea6-plugin openjdk-6-jre openjdk-6-jdk ia32-libs

kalo udah ada javanya di laptopnya, perintah diatas di skip aja, lanjut ke step berikutnya.

2. Install SDK android
Download android SDK untuk linux, pakai wget aja biar bisa di resume kalo tiba2 inetnya disconnect, commandnya:
$ wget -c http://dl.google.com/android/android-sdk_r21-linux.tgz
kalo udah punya sdknya di laptop ente, command diatas di skip aja, lanjut ke step berikutnya.

3. Konfigurasi SDK
Extract hasil downloadannya bisa pake nautilus klik kanan difile yang udah didownload tadi android-sdk_r21-linux.tgz dan pilih extract here. Maka akan terbentuk folder android-sdk-linux.
Sekarang folder android-sdk-linux nya di pindahin aja sesuka ente.
Misalnya di /home/$user/android/ dan di paste didalam folder itu. Jadi full path-nya kira-kira begini /home/$user/android/android-sdk-linux
diatas yang $user itu beda2 yah, sesuai username linuxnya.

4. Install API android
Tanpa menginstall API android nggak akan bisa menginstall ADT di eclipse untuk membuat aplikasi android. Dan juga nggak bisa menjalankan emulator android di laptop.
OK sekarang cara install APInya adalah dengan cara membuka SDK Manager, cara buka SDK Manager jalankan file binary android yang ada di folder android-sdk-linux/tools
Tinggal buka terminal dan langsung aja ketik
$ ./android/android-sdk-linux/tools/android

Dan tinggal dipilih aja OS android versi berapa yang ente mau jadikan pustaka untuk membuat aplikasi android, untuk developer ya semua API aja diinstall biar lebih banyak pustakanya saat membangun aplikasi android.
Untuk mencoba emulator sekaligus install eclipse coba diinstall satu API aja, yaitu API 10, API 10 ini adalah untuk OS android versi 2.3.3 (Gingerbeard), dan yang wajib diinstall untuk development selain API adalah Android SDK platform-tools, itu tinggal dicentang aja yang dibawah folder Tools>Android SDK platform-tools.
Jadi yang dipilih saat ini adalah:
  • Tools > Android SDK platform-tools (untuk development toolkit android, dari source code yang kita bangun di eclipse akan dibuilding menjadi apk/aplikasi siap pakai, nanti akan membentuk folder platform-tools di dalam folder android-sdk-linux)
  • Android 2.3.3 (API 10) > SDK platform (inti source androidnya yang udah jadi image dan bisa dijadikan emulator)
  • Android 2.3.3 (API 10) > Samples for SDK (biar ada contoh source codenya, buat jajal2 n latihan)
Lalu klik tombol install, seperti gambar dibawah ini kira2:
http://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn1/67070_3601049920007_1531648504_n.jpg
http://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn1/67070_3601049920007_1531648504_n.jpg
Dan ditunggu proses downloadnya sampai kelar.


6. Setting PATH binary android
Di setiap linux bisa menjalankan aplikasi binary lewat command, asal file binary/aplikasi itu ada di dalam folder /bin atau /usr/bin karena default launcher aplikasi/binary ada di folder itu.
Fungsinya mengatur PATH adalah biar bisa menjalankan command-command binary android yang ada di folder platform-tools dan tools tanpa membuka folder dan mengaksesnya dengan cara titik+tanda miring+filebinarynya atau dengan mengcopy binary-binarynya ke folder /bin. Dengan demikian maka bisa langsung mengetikkan perintahnya dari terminal tanpa CD CD lagi.
Cara mengatur PATH adalah:
Buka file .bashrc yang ada di /home/$user dia terhidden, biar gampangnya, bukan terminal lalu ketik:
$ gedit .bashrc
Setelah kebuka isikan full PATH tools dan platform-tools, seperti ini kira2, tergantung path tadi menaruh directory android-sdk-linux nya:
export PATH=/home/$user/android/android-sdk-linux/tools:/home/$user/android/platform-tools:$PATH
perintah diatas taruh di .bashrc pada baris paling bawah, kemudian di save dan logout linuxnya dan login kembali ke linuxnya, kalo belum yakin di restart aja komputernya.
Setelah masuk linuxnya lagi untuk ngecek konfigurasi PATHnya udah benar atau belum, buka terminal lalu ketik:
$ android
dan kalau kebuka Android SDK Manager nya berarti udah benar. Lanjut ke step berikutnya.


7. Bikin Emulator
Emulator android ini kebutuhan untuk debugging, testing, atau menjalankan aplikasi yang kita buat (Ini dibutuhkan memori komputer yang OK, karena untuk menjalankan emulatornya ini aja dibutuhkan RAM 512MB, tapi kalo RAMnya cuma 512 tetep masih bisa juga sih, mungkin crash, stuck, dan sebagainya disaat-saat kita lagi seru-serunya ngoding dan mengompilnya).
Karena mendebug aplikasi apapun yang dibuatnya menggunakan bahasa Java, itu harus di compile dulu aplikasinya, baru bisa dilihat nilai2 variable berupa array, string, int, boolean, long, dsb itu nilainya sudah pas atau belum dengan yang kita inginkan. Beda dengan bahasa PHP, kalu itu sih nggak perlu compile, langsung di print_r($variablenya); dan dibuka lewat browser udah keliatan nilai variablenya.Tapi kalau udah pada punya HP yang ber OS android nggak perlu pakai emulator, HP juga bisa untuk debugging, testing, atau  menjalankan aplikasi yang kita buat. Jadi tanpa membuka emulator yang memberatkan proses komputer kita. Kecuali kalau udah mau final, baru kita coba di semua OS android dari kode name curpake sampai jellybean lewat emulator (dengan kata lain kita coba semua aplikasi yang mau di rilis ke semua OS android apakah sudah jalan atau belum tanpa membeli HP yang berbeda2 OS androidnya).
Langkah bikin emulator:
Buka Android SDK Manager, dengan membuka terminal dan ketik:
$ android
Lalu pilih Tools>Manage AVD>New, Tinggal diisi aja sesuai keinginan. Semisal seperti pada gambar dibawah ini:
http://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn1/64599_3601237884706_1936703205_n.jpg

http://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn1/64599_3601237884706_1936703205_n.jpg
dan kalau udah di klik OK, maka akan kembali ke List Manage AVD, pilih Nama yang tadi baru dibuat dan klik button start, maka emulator android akan jalan, seperti gambar dibawah ini:
http://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/67856_3601244684876_566741454_n.jpg

http://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/67856_3601244684876_566741454_n.jpg

8. IDE Eclipse untuk ngoding
Untuk membangun aplikasi android, IDE yang digunakan bisa menggunakan NetBeans atau Eclipse, tapi yang paling support ya pakai eclipse.
Jadi di download eclipsenya lewat URL ini:
http://www.eclipse.org/downloads/packages/eclipse-ide-java-ee-developers/indigosr2
Pilih yang sesuai dengan Osnya ada di sebelah kanan dibawah tulisan Download Links.

Setelah selesai download, lalu extract file nya, dan akan membentuk folder eclipse, lalu folder eclipse nya itu di copy/cut saja ke /opt atau manapun.
Perintahnya pakai terminal aja:
$ sudo mv eclipse /opt/

Untuk menjalankan eclipse ketik aja diterminal
$ /opt/eclipse/eclipse

atau mau dibikin shortcutnya, dengan cara klik kanan pada menu dan select kategori Programming, dan tambahkan item, seperti gambar berikut ini:
http://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn1/14699_3601092521072_1000576098_n.jpg

http://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn1/14699_3601092521072_1000576098_n.jpg

9. Install ADT android di eclipse
ADT adalah plugin eclipse agar kita bisa membuat aplikasi android, fungsinya agar saat kita ngoding kita dibantuin sama Editor Eclipse ini, kaya misalkan salah penulisan code diandoid, nanti dikasih tips sama dia harusnya bgini bgitu dan macam-macam, dan masih banyak lagi.
Cara install ADT adalah, buka Eclipse nya.
Lalu Pilih: Help>Install New Software
Lalu pilih button Add dan akan muncul form dialog box, dan pada bagian Name: isikan Indigo
Site: isikan http://download.eclipse.org/releases/indigo
Setelah itu akan loading beberapa detik mengambil source XML dari situs tersebut(ditunggu aja).
Kalo udah muncul listnya klik Web, XML, Java EE and OSGi Enterprise Development
Lalu centang plugin Eclipse XML Editors and Tools dan WST Server Adapters
seperti gambar berikut ini:
http://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/312840_3601105921407_1940121493_n.jpg

http://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/312840_3601105921407_1940121493_n.jpg
lalu Next2 aja sampai finish, tunggu beberapa saat. Kalo udah kelar installnya akan minta restart IDE eclipse nya, restart aja, abis restart masuk lagi ke Help>Install New Software Lalu pilih button Add dan akan muncul form dialog box, dan pada bagian
Name: isikan Android
Site: isikan https://dl-ssl.google.com/android/eclipse/
Dan centang semua yang ada di Developer Tools, seperti gambar berikut ini:
http://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/252344_3601111281541_1464997031_n.jpg

http://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/252344_3601111281541_1464997031_n.jpg
Lalu Next2 aja sampai finish, abis keinstall ADT nya nanti akan minta restart IDE, restart aja, dan sekarang udah bisa buat ngoding android application dari eclipse.

10. Membuat Aplikasi Baru dari Eclipse
Buka Eclipse pilih File>New>Android Application Project, seperti gambar berikut:
http://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/522615_3601116441670_1892639040_n.jpg

http://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/522615_3601116441670_1892639040_n.jpg

Isi aja terserah aplikasi yang mau dibikin, pada contoh ini cuma bikin hello world, isi aja dengan:
Application Name: Testing
Project Name: Testing
Package Name: com.ugos.testing
Pada bagian Target SDK dan Compile With cm bisa milih API 10 aja, karena ya mungkin di SDK nya cuma baru diinstall API 10 aja, kalau mau banyak pilihan ya diinstall lagi API nya kaya langkah nomor 4.
Terus nanti kalo ngebangunnya pakai API 10 aplikasi/APK nya bisa diinstall di android Ice Cream/JellyBean nggak? Jawabannya ya bisa, cuma nggak support themesnya aja, themes yang dipakai kalo di android Ice Cream pakai themes HOLO, jadi aplikasinya masih tetep bisa jalan. Cuma tampilannya defaultnya aja masih kuno, tapi kuno ini nggak berlaku kok buat yang jago desain, layoutnya masih bisa diutak atik sesuai selera.

Lalu next2 aja, Karena ngompilenya pakai API 10 jadi hanya bisa pilih blank activity, teru next dan pada bagian new blank activity namanya terserah mau dikasih nama apa, itu cuma nama Class yang pertama kali di load ketika aplikasinya jalan. Atau pakai defaultnya aja dengan nama MainActivity nanti filenya akan terbentuk di folder src/com.ugos.testing/. Kalo layout name itu file layout dari class itu, nanti filenya akan terbentuk di folder res/layout/. Dan dibagian Navigation Typenya kosongkan saja, kalau baru nginstall API 10 memang belum support pilih2, kecuali sudah menginstall API 14 keatas, baru bisa milih.


11. Mengompile aplikasi lalu menginstall ke emulator/Handphone
Untuk mengompile aplikasi bisa langsung dari eclipse ataupun pakai ant, kalau saran saya yaitu pakai ant, cepat, jelas, kalau ada error kelihatan, dll, pake ant kita mengcompilenya lewat terminal. Install dulu ant versi 1.8, ngompile pakai ant hanya bisa pakai ant versi 1.8, pernah coba ant versi -1.8 nggak bisa buat ngompile aplikasi android.
Install Ant Kalau yang dari repo ant nya masih versi 1.7, maka caranya adalah sebagai berikut ini, buka terminal, ketik:
$ wget -c http://apache.mesi.com.ar/ant/binaries/apache-ant-1.8.4-bin.tar.gz
$ tar -zxf apache-ant-1.8.4-bin.tar.gz
$ sudo mv apache-ant-1.8.4 /usr/local
$ sudo ln -s /usr/local/apache-ant-1.8.4/bin/ant /usr/bin/ant
lalu di check saja versi antnya dengan command:
$ ant -version
Maka akan keluar >  Apache Ant(TM) version 1.8.4 compiled on May 22 2012
Jika selain itu yang keluar berarti gatot pasang ant versi 1.8 nya

Setelah ant sudah berhasil dipasang, maka cara mengompile project android kita adalah:
Buka terminal lalu masuk ke folder path root project aplikasinya yang di dalam workspace, misalkan tadi diatas bikin project Testing, dan pada terminal ketikkan:
$ cd workspace/Testing
$ android update project --path . (perintah ini sekali aja, ini pas baru pertama kali compile/building, kalau ada file build.xml di sini, ini bisa di skip), seperti gambar berikut ini:
http://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/480799_3601170803029_878286461_n.jpg

http://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/480799_3601170803029_878286461_n.jpg
http://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn1/531835_3601172803079_1249141904_n.jpg

http://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn1/531835_3601172803079_1249141904_n.jpg

Dengan melakukan perintah diatas maka akan membuatkan file build.xml pada folder root projectnya.

Lalu mengcompile project dengan ant, perintahnya adalah:
$ ant debug (hanya mendebug dan membuatkan file apknya ke folder bin/NamaMainClass-debug.apk, ini tanpa menginstall aplikasi ke emulator/HP), seperti gambar dibawah ini:
http://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn1/32329_3601181923307_1065178965_n.jpg

http://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn1/32329_3601181923307_1065178965_n.jpg
waktu compilenya cuma 10 detik, tergantung dari memory komputer dan banyaknya code yang di compile, karena cuma baru satu class dan satu layout aja, ya cuma 10detik, project-project yang banyak class dan layoutnya pun sekitar 10-20 detik.


Diatas adalah hanya mengompile tanpa menginstall file APK nya, cara untuk mengompile terus langsung nginstall APK nya ke emulator atau handphone adalah:

Pertama kita siapkan dulu emulator atau hanphone yang jadi targetnya,
kalau emulator tinggal hidupkan emulatornya.
kalau dari handphone tinggal sambungkan kabel HP ke USB (driver sudah OK, untuk cara pasang driver HP ke linux tidak semuanya sama, jadi search aja di google sesuai tipe HPnya).
Setelah sudah siap di check dengan perintah:
$ adb devices , maka akan keluar gambar dibawah ini:
http://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/264914_3601213804104_835826349_n.jpg

http://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash4/264914_3601213804104_835826349_n.jpg
eg909 device itu berarti HP, kalau emulator akan keluarnya di List itu namanya adalah emulator-5554 device.
Kalau kosong berarti emulatornya nggak jalan, atau HPnya nggak di colokin. Jangan lupa kalau mau pakai HP di setting dulu USB Debugging di centang, di HP pergi ke Settings>Developer Options>USB Debugging>Dicentang.

Lalu kalau devicenya udah ready, ketik perintah dibawah ini:
$ ant debug install (akan membuatkan file apk di folder bin, lalu menginstallnya ke device), seperti gambar dibawah ini:
http://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/522667_3601193843605_1879667006_n.jpg

http://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/522667_3601193843605_1879667006_n.jpg
waktunya cuma 11 detik.

Tinggal dibuka aja contoh Hello World di HP, seperti gambar dibawah ini:
http://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/537749_3601254525122_694865635_n.jpg

http://fbcdn-photos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/537749_3601254525122_694865635_n.jpg

Sekian artikel "Build aplikasi android pertama kali di semua distro debian". Pada dasarnya ini bisa dijalankan disemua linux, cuma beda perintah install peralatannya saja. Kalau ada kesalahan diatas harap di edit dokumen ini, biar sempurna. Kedepan mudah2an akan ada diskusi tentang ngoding aplikasi android juga.

Thanks. (sumber)
KLIK tuk melanjutkan »

Mengapa Harus Kartini?

Mengapa setiap 21 April, bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini? Apakah tidak ada wanita Indonesia lain yang lebih layak ditokohkan dan diteladani dibandingkan Kartini?

Pada dekade 1980-an, guru besar Universitas Indonesia, Prof. Dr. Harsya W. Bachtiar pernah menggugat masalah ini. Ia mengkritik pengkultusan R.A. Kartini sebagai pahlawan nasional Indonesia. Tahun 1988, masalah ini kembali menghangat, menjelang peringatan hari Kartini 21 April 1988. Ketika itu akan diterbitkan buku Surat-Surat Kartini oleh F.G.P. Jacquet melalui penerbitan Koninklijk Institut voor Tall-Landen Volkenkunde (KITLV).

Tulisan ini bukan untuk menggugat pribadi Kartini. Banyak nilai positif yang bisa kita ambil dari kehidupan seorang Kartini. Tapi, kita bicara tentang Indonesia, sebuah negara yang majemuk. Maka, sangatlah penting untuk mengajak kita berpikir tentang sejarah Indonesia. Sejarah sangatlah penting. Jangan sekali-kali melupakan sejarah, kata Bung Karno. Al-Quran banyak mengungkapkan betapa pentingnya sejarah, demi menatap dan menata masa depan.

Banyak pertanyaan yang bisa diajukan untuk sejarah Indonesia. Mengapa harus Boedi Oetomo, Mengapa bukan Sarekat Islam? Bukankah Sarekat Islam adalah organisasi nasional pertama? Mengapa harus Ki Hajar Dewantoro, Mengapa bukan KH Ahmad Dahlan, untuk menyebut tokoh pendidikan? Mengapa harus dilestarikan ungkapan ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani sebagai jargon pendidikan nasional Indonesia? Bukankah katanya, kita berbahasa satu: Bahasa Indonesia? Tanyalah kepada semua guru dari Sabang sampai Merauke. Berapa orang yang paham makna slogan pendidikan nasional itu? Mengapa tidak diganti, misalnya, dengan ungkapan Iman, Ilmu, dan amal, sehingga semua orang Indonesia paham maknanya.

Kini, kita juga bisa bertanya, Mengapa harus Kartini? Ada baiknya, kita lihat sekilas asal-muasalnya. Kepopuleran Kartini tidak terlepas dari buku yang memuat surat-surat Kartini kepada sahabat-sahabat Eropanya, Door Duisternis tot Licht, yang oleh Armijn Pane diterjemahkan menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang. Buku ini diterbitkan semasa era Politik Etis oleh Menteri Pengajaran, Ibadah, dan Kerajinan Hindia Belanda Mr. J.H. Abendanon tahun 1911. Buku ini dianggap sebagai grand idea yang layak menempatkan Kartini sebagai orang yang sangat berpikiran maju pada zamannya. Kata mereka, saat itu, tidak ada wanita yang berpikiran sekritis dan semaju itu.

Beberapa sejarawan sudah mengajukan bukti bahwa klaim semacam itu tidak tepat. Ada banyak wanita yang hidup sezamannya juga berpikiran sangat maju. Sebut saja Dewi Sartika di Bandung dan Rohana Kudus di Padang (terakhir pindah ke Medan). Dua wanita ini pikiran-pikirannya memang tidak sengaja dipublikasikan. Tapi yang mereka lakukan lebih dari yang dilakukan Kartini. Dewi Sartika (1884-1947) bukan hanya berwacana tentang pendidikan kaum wanita.

Ia bahkan berhasil mendirikan sekolah yang belakangan dinamakan Sakola Kautamaan Istri (1910) yang berdiri di berbagai tempat di Bandung dan luar Bandung. Rohana Kudus (1884-1972) melakukan hal yang sama di kampung halamannya. Selain mendirikan Sekolah Kerajinan Amai Setia (1911) dan Rohana School (1916), Rohana Kudus bahkan menjadi jurnalis sejak di Koto Gadang sampai saat ia mengungsi ke Medan. Ia tercatat sebagai jurnalis wanita pertama di negeri ini.

Kalau Kartini hanya menyampaikan Sartika dan Rohana dalam surat, mereka sudah lebih jauh melangkah: mewujudkan ide-ide dalam tindakan nyata. Jika Kartini dikenalkan oleh Abendanon yang ber inisiatif menerbitkan surat-suratnya, Rohana menyebarkan idenya secara langsung melalui koran-koran yang ia terbitkan sendiri sejak dari Sunting Melayu (Koto Gadang, 1912), Wanita Bergerak (Padang), Radio (padang), hingga Cahaya Sumatera (Medan).

Kalau saja ada yang sempat menerbitkan pikiranpikiran Rohana dalam berbagai surat kabar itu, apa yang dipikirkan Rohana jauh lebih hebat dari yang dipikirkan Kartini. Bahkan kalau melirik kisah-kisah Cut Nyak Dien, Tengku Fakinah, Cut Mutia, Pecut Baren, Pocut Meurah Intan, dan Cutpo Fa -timah dari Aceh, klaim-klaim ke terbe lakang an kaum wanita di negeri pada masa Kartini hidup ini harus segera digugurkan. Mereka adalah wanita-wanita hebat yang turut berjuang mempertahankan kemerdekaan Aceh dari serangan Belanda. Tengku Fakinah, selain ikut berperang juga adalah seorang ulama-wanita.

Di Aceh kisah wanita ikut berperang atau menjadi pemimpin pasukan perang bukan sesuatu yang aneh. Bahkan jauh-jauh hari sebelum era Cut Nyak Dien dan sebelum Belanda datang ke Indonesia, Kerajaan Aceh sudah memiliki Panglima Angkatan Laut wanita pertama, yakni Malahayati. Aceh juga pernah dipimpin oleh Sultanah (sultan wanita) selama empat periode (1641-1699). Posisi sulthanah dan panglima jelas bukan posisi rendahan.

Jadi, ada baiknya bangsa Indonesia bisa berpikir lebih jernih: Mengapa Kartini? Mengapa bukan Rohana Kudus? Mengapa bukan Cut Nyak Dien? Mengapa Abendanon memilih Kartini? Dan mengapa kemudian bangsa Indonesia juga mengikuti kebijakan itu? Cut Nyak Dien tidak pernah mau tunduk kepada Belanda. Ia tidak pernah menyerah dan berhenti menentang penjajahan Belanda atas negeri ini.

Meskipun aktif berkiprah di tengah masyarakat, Rohana Kudus juga memiliki visi keislaman yang tegas. Perputaran zaman tidak akan pernah membuat wanita menyamai laki-laki. Wanita tetaplah wanita dengan segala kemampuan dan kewajibannya. Yang harus berubah adalah wanita harus menda -pat pendidikan dan perlakukan yang lebih baik. Wanita harus sehat jasmani dan rohani, berakhlak dan berbudi pekerti luhur, taat beribadah yang kesemuanya hanya akan terpenuhi dengan mempunyai ilmu pengetahuan, begitu kata Rohana Kudus.

Bayangkan, jika sejak dulu anak-anak kita bernyanyi: Ibu kita Cut Nyak Dien. Putri sejati. Putri Indonesia..., mungkin tidak pernah muncul masalah Gerakan Aceh Merdeka. Tapi, kita bukan meratapi sejarah, Ini takdir. Hanya, kita diwajibkan berjuang untuk menyongsong tak dir yang lebih baik di masa depan. Dan itu bisa dimulai dengan bertanya, secara serius: Mengapa Harus Kartini?

Ditulis oleh Tiar Anwar Bachtiar (INSISTS)
Sumber: http://insistnet.com/index.php?option=com_content&task=view&id=149&Itemid=6
KLIK tuk melanjutkan »

Download Panduan Javascript B. Indonesia

Teman-teman blogger tentunya sudah tahu apa itu javascript, sedikit pembukaan tentang javascript " JavaScript adalah bahasa skrip yang populer di internet dan dapat bekerja di sebagian besar penjelajah web populer seperti Internet Explorer (IE), Mozilla Firefox, Netscape dan Opera. Kode JavaScript dapat disisipkan dalam halaman web menggunakan tag SCRIPT " Wikipedia.

Karena banyak panduan javascript dari bahasa indonesia, saya menemukan panduan javascript atau ebook javascript yang berbahasa indonesia dari blog codingwear. Nah jika teman-teman tertarik, teman-teman bisa download ebooknya di bawah ini : 



Didalamnya terdapat :
  • Pengenalan javascript
  • Apa itu Javascript
  • Memulai Javascript
  • Sintaks Javascript
  • Variabel
  • Operator
  • Statement
  • Fungsi
  • Penanganan Event
  • Apa Itu Penanganan Event
Dan masih banyak lagi, diatas hanya sedikit penjelasan isi ebook tersebut.
Semoga bermanfaat !
KLIK tuk melanjutkan »

RockeTalk: "Content Provider" Gratisan, Lengkap Buat Gaul

Belakangan ini banyak content provider yang menawarkan berbagai fitur chat, download, wallpaper, ringtone, game dan sebagainya. Masing-masing terbentuk dalam layanan yang terpisah dan menggunakan nomor pendek berbiaya premium. Per pesan bisa memakan pulsa dalam ribuan rupiah. Lumayan menguras pulsa kalau sering dipakai.
Kalau Anda suka memakai layanan-layanan konten seperti itu ada satu aplikasi yang bisa digunakan untuk menghemat pulsa. Namanya RocketTalk. RockeTalk ini adalah aplikasi gratisan berbasis Java dan Symbian yang dikembangkan sebagai platform media sosial dengan beragam layanan multimedia yang mudah digunakan.
Untuk memanfaatkan aplikasi ini pengguna bisa membuat berbagai kombinasi teks, suara, foto, atau pesan video, saling berbagi kontak, bergabung dalam komunitas, chat dengan rekan, serta akses ke berbagai fitur hiburan dan konten. Pembuatan konten dan konsumsinya tidak melulu harus dari ponsel ke ponsel. Tapi juga dimungkinkan pengiriman lintas platform dari komputer atau ponsel ke komputer atau ponsel lainnya.

Mari kita intip beberapa fitur yang diusung RockeTalk.


Mencari Teman Baru
RockeTalk menyediakan fitur pencarian teman baru. Untuk mencari teman, Anda tinggal memasukkan beberapa kriteria yang ingin Anda cari. Pencarian bisa didasarkan atas umur, jenis kelamin, negara, status atau nama.
Hasil pencarian akan langsung menampilkan nama berikut foto, profil dan suara dari pengguna lain yang kriterianya sama atau mirip dengan yang Anda cari. Kalau tertarik untuk berkenalan dan berteman dengan seseorang di hasil pencarian, Anda bisa langsung berkomunikasi dari aplikasi.

Komunikasi Suara, Teks dan Multimedia
Komunikasi –entah itu hasil dari pencarian teman baru atau rekan lama yang telah diketahui ID-nya– bisa dilakukan berupa pesan multimedia atau suara. Perekaman suara bisa dilakukan hanya dengan menekan satu tombol dan diakhiri dengan menekan tombol Send. Penggunaan ini mirip dengan walkie talkie. Bedanya, Anda juga bisa menyisipkan foto, video dan teks juga layaknya MMS.

Galeri Download
Di menu Fun Stuff Anda bisa mengunduh ringtone, wallpaper, video atau game keren. Cara mengunduhnya sangat mudah. Anda tinggal memilih konten yang ingin Anda unduh. Apalah itu Ringtone, Greetings, Wallpaper, Videos atau Games. Anda bisa melihat konten-konten yang telah diunggah oleh pengguna lain dan semua konten itu bisa Anda unduh kapan saja.
Konten yang Anda temukan itu tidak cuma bisa diunduh ke memori lokal saja. Anda juga bisa membagi-pakaikan konten tersebut ke pengguna lain melalui menu Share Media atau mengambilnya dari You Tube. Anda juga bisa menambahkan teks, suara, gambar dan video ke dalam kiriman tersebut.

Komunitas
RockeTalk punya komunitas sendiri di menu My communities. Anda bisa bergabung ke salah satu komunitas yang tersedia untuk bertemu dan berdiskusi dengan pengguna RockeTalk lain. Dalam komunitas tersebut Anda bisa berbagi foto, video atau audio favorit ke teman atau keluarga.
Kalau komunitas yang tersedia belum bisa memuaskan Anda, Anda bisa membuat komunitas sendiri dengan topik baru yang Anda suka. Di dalam komunitas baru tersebut Anda bisa mengajak rekan-rekan bergabung dalam komunitas yang buat untuk saling berinteraksi. Fitur komunitas ini kalau dalam dunia Internet fungsi dan cara kerjanya mirip dengan Forum. Cuma yang ini diorganisir dalam satu aplikasi.

Pesan Instan
Pesan instan merupakan fitur terbaru di RockeTalk. Di versi terkini RockeTalk, Anda bisa mengaktifkan beberapa messenger seperti Yahoo! Messenger, Google Talk, MSN, ICQ ataupun AOL secara bersamaan dalam satu jendela.

Download dan Instal
Mengunduh RockeTalk ada dua cara. Yang pertama dengan mengunjungi web rocketalk.com dan melalui ponsel. Untuk pengunduhan dengan ponsel, buka browser dan arahkan ke www.rocketalk.com. Pilih menu Download Now. Pada kolom Mobile Number masukkan nomor ponsel Anda dalam format internasional dan klik tombol Send Download Link. Beberapa saat kemudian Anda akan menerima SMS yang berisi link untuk pengunduhan.
Bila Anda tidak menerima SMS, langsung arahkan saja browser ponsel ke m.rocketalk.com. Kalau sudah, pilih merk ponsel Anda pada menu yang muncul. Lanjutkan dengan memilih tipe ponsel Anda. Jendela pengunduhan akan langsung muncul. Konfirmasikan pengunduhan dengan menjawab Yes.

Bagi yang tidak berhasil mengunduh melalui ponsel, cobalah kembali ke http://www.rocketalk.com. Pada boks Can’t download on your phone, pilih merk ponsel Anda di drop down box Phone Brand. Lanjutkan dengan memilih tipenya di Phone Model. Jangan lupa menyertakan alamat e-mail Anda pada kolom You email. Terakhir, klik Submit.
Sekarang coba buka e-mail Anda. Anda akan menerima e-mail dari RocketTalk yang berisi aplikasi di attachment. Bila dalam selang waktu sekian lama Anda belum juga menerima e-mail tersebut, coba periksa folder Junk E-mail atau folder Spam Anda. Kemungkinan e-mail dari RockeTalk masuk ke sana, karena disangka e-mail sampah oleh sang e-mail client.
Buka e-mail yang Anda terima dan unduh attachment-nya. Attachment terdiri dari 2 file untuk ponsel Java (berekstensi jad dan jar) atau 1 file sis untuk Symbian. Kalau menggunakan POP Mail atau IMAP, Anda tinggal menyalin saja file yang ada di attachment ke memori ponsel via Bluetooth atau kabel data. Kalau tidak, Anda harus mengunduhnya dulu dari web mail.
Kalau file telah tersimpan di memori ponsel Anda sudah tinggal menjalankan saja untuk memulai instalasi. Jawab Yes bila muncul konfirmasi. Selanjutnya proses instalasi akan berlangsung otomatis.

Jangan lupa untuk melakukan setting dengan langkah berikut:
- Buka menu Aplikasi dan sorot nama aplikasi RockeTalk.
- Pilih Menu Options, lalu pilih Application access. Sekumpulan menu hak akses akan muncul.
- Pilih menu Communications > Network Access dan pilih Always allowed.
- Pilih menu Data access > Multimedia Recording dan pilih Always allowed.
- Pilih menu Data Access > Read user data dan pilih Always allowed.
- Pilih menu Data access > Add and Edit data lalu pilih Always allowed.
- Selesai. Tekan back dan RockeTalk telah siap digunakan.

Tips:
Bila Anda cukup intens menggunakan aplikasi RockeTalk, ada baiknya menggunakan paket data atau layanan Internet unlimited supaya tagihan tidak melonjak.

Sumber: http://tekno.kompas.com/

Detil Aplikasi
Nama File: RT.jar atau RT.sis (RockeTalk)
Ukuran File: 1180 KB untuk Symbian dan dan 443 KB untuk Java
Situs download: http://adf.ly/N6fVD
Jenis: Freeware (Gratis)
Publisher: RockeTalk, Inc.
Sistem operasi: Symbian, Java (J2ME)

Aplikasi Ini Suport untuk jenis handphone sebagai berikut:
Acer: beTouch E100(C1), beTouch E101(E1), beTouch E200(L1), DX650, DX900, F900, M900, neoTouch(F1), X960, A1, beTouch E110, beTouch E130, beTouch E140, beTouch E210, beTouch E400, Liquid E, Liquid E Ferrari, Liquid Metal, liquidmini, Stream
Alcatel: Mandarina Duck, Mandarina Duck Moon, N1 ELLE GlamPhone, N3 ELLE GlamPhone, One Touch 660, One Touch 708 Mini, One Touch 800 Tribe, One Touch C552, One Touch C700, One Touch C701, One Touch C707, One Touch C717, One Touch C750, One Touch C820, One Touch C825, One Touch S320, One Touch S853, One Touch S920, One Touch V670, One Touch V770, One Touch 557a, One Touch 756, One Touch C550, One Touch C552a, One Touch C630, One Touch C652, One Touch S621, One Touch S626, One Touch V570, OT-710, OT-800, OT-980
Amoi: 8512, 8709, E850, A510, A616, A626, A636, E5, E67, M500, M515, M535, M68, M690, N3, N5, S68
Asus: M20 Nuvifone, M310, P320, P525, P526, P550, P552, P750, P835, V75, V80, M307, P535, V66, A10, A50
Audiovox: SMT 5600
BBK: I18, i270, i518, i606, V205
BenQ: C30, EF51, P50
BenQ-Siemens: E61, E71, EF91, S81, S88, SL91, C65, C75, CF75, CL71, CX65, E81, EF81, EL71, M65, M75, S68, S75
Bird: V7
BlackBerry: 6280, 6720, 7100, 7100i, 7130, 7130e, 7250, 7520, 8707, 8100, 8110, 8130, 8300, 8310, 8320, 8700, 8703e, 8800, 8820, 8830, 8120, 8330, 8220, Bold 9000, curve 8520, Curve 8900, 9630, Storm 2, Storm 9500, Storm 9530, Tour 9630, 7290
CECT: A1000
Cingular: 2125
Coolpad: F650
DOOV: S660, S680
Dell: Aero, Streak, Venue
Dopod: 557w, 586w, 595, C720W, 515, 565, 575, 585
Fly: SX210
Gaoxinqi: H8, M20
Garmin: fone
Gigabyte: G1305
Gionee: E603, S530, TD159, TD188
Google: Nexus One, Nexus S
HOSIN: S90, V8, V9
HP: iPAQ 510 Mobile Messenger, iPAQ 910c
HTC: 6800, EVO 4G, MTeoR, myTouch 3G Slide, P3000, P3350, P3400, P3450, P3470, P3600i, S650, Touch, Touch 2, Touch 3G, Touch Cruise, Touch Diamond, Touch Dual, Touch HD, Touch Pro, Touch Viva, TyTN II, HD2, P3600, Touch Pro 2, Aria, Cha Cha, Desire, Desire HD, Desire S, Desire Z, Dream G1, DROID Eris, Droid Incredible, Droid Incredible 2, EVO 3D, EVO Shift 4G, Hero, Hero CDMA, Incredible S, Inspire 4G, Legend, Magic, Merge, myTouch, Panache 4G, Salsa, Sensation, Status, Tattoo, ThunderBolt, Wildfire, Wildfire S
Haier: H2, K76, U76, V76
Hisense: N52
Huawei: U526, U626, C5720, M750, T2010, T2251, T2281, T2311, T552, U1280, U1300, U3300, U7520, Ascend, IDEOS, IDEOS S7, U8100, U8110, U8150 IDEOS, U8230, U8300, U8800
I-mobile: 510, i858
K-Touch: A608, A660, A689, A695, A696, A7728, A905, A927, A969, B858, B922, B925, B928, C205, C260, C500, C700, D780C, D788, E50, E51, E58, E60, E63, E66, M608, N922, S505, S960, S962, S965, S966, T360, V908, V918, V988
KONKA: W373
KOOBEE: K3
KPT: KC823
LG: C2000, CG225, CU320, CU400, CU500, CU720, CU915, CU920, F2400, KE500, KE600, KE800, KE820, KE970, KE990, KF750, KG195, KG200, KG220, KG225, KG240, KG245, KG290, KG300, KG320, KP500, KU580, KU800, KU830, KU970, KU990, LG550, LX550, LX570, M4410, MX510, P7200, S5200, Trax CU575, TU500, TU515, TU575, TU915, U310, U8210, U8290, U8500, U880, V9000, VX9400, VX9900, 770, B2070, B2150, Bl20e, BL40, C1100, C1150, C2600, C280, C300, C310, C320, C3400, G672, GB230, GD310, GD330, GD350, GD510, GD900E, GM200 Brio, Gm210, GM360, GM650S, GS190, GS290, GS290 Cookie Fresh, Gs500, GS500V, GT350, Gt505, GT505e, GW300, GX200, GX300, GX500, K800, KC560, KC780, KC910, KE508, KE608, KE608n, KE770, KE850, Ke998, KF300, KF305, KF350, KF900, KG198, KG298, KG328, KG70, KG77, KG90, KG90C, KG90n, KM330, KM380, KP260, KS20, KS360, KT520, kt878, KU450, MG100a, MG105, MG220, P520, T300, T310, T320, TB200, TB260, TM300, U8330, VX7000, Ally, Axis, Etna, Eve GW620, GW880, InTouch Max, KH5200 Andro-1, Optimus, Optimus 2X, Optimus 2X Speed, Optimus 3D, Optimus 3D Speed, Optimus Big, Optimus Black, Optimus Chat, Optimus Chic, Optimus Me, Optimus One, Optimus Q, Optimus S, Optimus T, Optimus Z, Swift, 2300
Lenovo: V800, A710, A900, A910, i320, I380, I389, i50, I55, i60s, I61, I906, I919, I968, P612, P619, P629, P668, P82, P996, S500, S660, S700, S90, S96, TD10, TD30t, TD80t, X1, LePhone
MITO: 302, 8800
Micromax: GC700, Q5 fb, Q7, X600
Mitac: Mio 8390, Mio 8860, Mio 8870
Motorola: A1200, A1210, A1600, A3100, A780, A810, C257, C261, C290, E1000, E1070, E680, E680i, E770, E770-Vodafone, E790, i580, i830, i850, IC402, IC502, IC902, K1, K3, KZRK K1, L6, L6i, L7-Vodafone, L71, Motoming A1600, Motozine ZN5, MPx220, PEBL U3, Q, Q Plus, Razr V3x, RAZR V3xx, RAZR V3xxv, RAZR V6, RAZR2 V8, RAZR2 V9, RAZR2 V9m, RIZR Z10, RIZR Z8, ROKR E1, ROKR E2, ROKR E6, ROKR Z6, ROKR Z6m, SLVR L7, SLVR L7e, SLVR L7i, SLVR L9, U9, V1075, V1100, V177, V190, V191, V195, V197, V235, V360, V360-Vodafone, V365, V3c, V3i, V3m, V3r, V3t, V3x-Vodafone, V557, V980, V980M, W315, W375, W490, W510, Z3, 8, 0, 1, , 70, 5, 25, 30, 28, 0t, 50, 6, 3, e, 0i, 2, 90, A1000, A630, A668, A728, A732, A760, C380, C390, C650, C975, E398, E398B, E398i, E550, E815, EX128, i930, Razr V3, RAZR V3a, RAZR V3m, V180, V186, V188, V220, V300, V303, V3v, V400, V500, V505, V525, V525M, V535, V545, V550, V551, V555, V600, V600i, V620, V635, V690, V80, V975, W220, W395, ATRIX 4G, Backflip, BRAVO, CHARM, Cliq, CLIQ XT, DEFY, Devour, Dext, Droid, DROID 2, DROID 2 Global, DROID 3, DROID Pro, Droid X, Flipout, Flipside, i1, Milestone, Milestone 2, Milestone Plus, Milestone X, Milestone XT720, MT710 ZHILING, PHOTON 4G, Quench XT3, SPICE, XT701, XT800 ZHISHANG
NEC: AG, e616, N600, N840, N850, NK, NQ, MEDIAS N-04C, MEDIAS N-06C
Nokia: 3250, N91, , 1680c, 2320c, 2323c, 2330c, 2600 classic, 2610, 2626, 2630, 2660, 2680, 2690, 2700 classic, 2720 Fold, 2730c, 2760, 2855, 2855i, 2865, 2865i, 3109 classic, 3110c, 3120 classic, 3155, 3155i, 3208c, 3230, 3555, 3600 slide, 3610 Fold, 3710 Fold, 3711 Fold, 3720c, 5000, 5070, 5130XM, 5140, 5140i, 5200, 5220 XpressMusic, 5228, 5230, 5300, 5310 XpressMusic, 5320, 5500, 5530XM, 5610, 5611XM, 5630XM, 5700, 5730XM, 5800 XpressMusic, 6020, 6021, 6060, 6060v, 6061, 6070, 6080, 6085, 6086, 6101, 6102, 6102i, 6103, 6110 Navigator, 6111, 6120, 6120c, 6121 classic, 6125, 6126, 6131, 6133, 6151, 6152, 6155, 6165, 6165i, 6170, 6210 Navigator, 6220 Classic, 6230, 6230i, 6233, 6234, 6235, 6235i, 6255, 6255i, 6265, 6265i, 6267, 6270, 6275i, 6280, 6288, 6290, 6300, 6301, 6500c, 6500s, 6555, 6600 slide, 6630, 6680, 6681, 6682, 6708, 6822, 7070, 7210 Supernova, 7260, 7270, 7360, 7370, 7373, 7390, 7500, 7510 Supernova, 7710, 8600 Luna, 8800 Sirocco, 9300, 9300i, 9500, 97 mini, C6, E50, E51, E52, E55, E60, E61, E61i, E62, E63, E65, E66, E70, E71, E71x, E72, E73, E75, E90, N70, N71, N72, N73, N75, N76, N77, N78, N79, N80, N81, N81 8GB, N82, N85, N86, N90, N92, N93, N93i, N95, N95 8GB, N96, N97, N97 Mini, X3, X6, 1682c, 2220 slide, 2692, 2700c, 2710 NE, 3120c, 3152, 3220, 3600s, 3602s, 3610f, 3710f, 3711, 3720, 5220xm, 5232, 5250, 5310xm, 5330 MTVE, 5610xm, 5710 XpressMusic, 6030, 6124 classic, 6131NFC, 6208c, 6212c, 6216c, 6260, 6260S, 6263, 6282, 6300i, 6303 Classic, 6303c, 6303i, 6350, 6600, 6600f, 6600i, 6600s, 6620, 6670, 6700c, 6702s, 6710 Navigator, 6720 classic, 6730 classic, 6750, 6750m, 6760 slide, 6788, 6790, 7020, 7210c, 7210s, 7230, 7310c, 7310s, 7500 Prism, 7510a, 7510s, 7610, 7610s, 7900 Prism, 7900P, 8800, 8800 Arte, 8800 Carbon Arte, C3-00, C5-00, C5-01, C5-03, C6-00, E5-00, N70-1, X2, x3-00, X5-00, X5-01
O2: Ice
OKWAP: C330, C510
ONIDA: G720
OPPO: A100, A103, A105, A105k, A109, A113, A115, A121, A203, A520, A90, F19, F29, p51, T5, T9, U525, U529, Z101
Orange: SPV C100, SPV C500, SPV C550, SPV C600, SPV C700, SPV e100, SPV E200, SPV
Palm: Treo 500v
Panasonic: VS2, VS3, VS6, MX6, MX7, SA6, SA7, SC3, VS7, X500, P-07C, Sweety SoftBank 003P
Pantech: PG-1400, PG-1410, PG-C300, Sirius Alpha IS06, SKY Izar, SKY Mirach, SKY Sirius, SKY Vega, SKY Vega Racer IM-A760S, SKY Vega Racer IM-A770K, SKY Vega S IM-A730S
Philips: 588, 766, 768, 960, S900, 568, 598, 755, 756, 892, 9@9i, 9@9m, 9@9r, 9@9t, 9@9w, K700, M600, S890, X501, X503, X600, X606, X620, X630, X703, X710, x806
QTek: 8020, 8080, 8100, 8300, 8310, 8500, 7070, 9100
RoverPC: M1
SPV: C500, C550
Sagem: MY 302X, MY 301X, MY 400V, MY 400x, MY 401C, MY 401X, MY 401Z, MY 405X, MY 419X, MY 501c, MY 501X, MY 600v, MY 600x, MY 700X, MY W-7, MY X6-2, MY Z-5, my411X, MY C4-2, MY C5-2, MY C5-2 Vodafone, MY C5-3, MY V-55, MY V-56, MY V-65, MY V-75, MY X-4, MY X-5-2T, MY X-6, MY X-7, MY X-8, MY X5-2, MY X5-2M, myX5-2v, Sagem myS-7
Samsung: A717, C3010, Galaxy i7500, i300, i320, i320N, i8510, i8910, Instinct M800, S5620 Monte, SCH A870, SGH A701, SGH A707, SGH A827, SGH C140, SGH C170, SGH C260, SGH C406, SGH C417, SGH D407, SGH D500, SGH D500C, SGH D500E, SGH D510, SGH D520, SGH D600, SGH D600E, SGH D800, SGH D807, SGH D820, SGH D830, SGH D836, SGH D840, SGH D880, SGH D900, SGH D908, SGH E200, SGH E210, SGH E250, SGH E330N, SGH E340, SGH E340E, SGH E350, SGH E350E, SGH E360, SGH E370, SGH E376, SGH E380, SGH E388, SGH E390, SGH E420, SGH E490, SGH E500, SGH E570, SGH E690, SGH E730, SGH E736, SGH E740, SGH E760, SGH E780, SGH E788, SGH E810, SGH E830, SGH E840, SGH E870, SGH E878, SGH E890, SGH E898, SGH E900, SGH E950, SGH F480, SGH F490, SGH F500, SGH G600, SGH G810, SGH i300, SGH I320, SGH i450, SGH i550, SGH i560, SGH i600, SGH I607, SGH i617, SGH i900, SGH J600, SGH J700, SGH J750, SGH L760, SGH M600, SGH P200, SGH P310, SGH P850, SGH P900, SGH P906, SGH P910, SGH P920, SGH T209, SGH T219, SGH T319, SGH T329, SGH T509, SGH T509S, SGH T519, SGH T609, SGH T619, SGH T629, SGH T729, SGH T809, SGH U900, SGH X490, SGH X495, SGH X506, SGH X507, SGH X520, SGH X540, SGH X620, SGH X620C, SGH X640, SGH X640C, SGH X648, SGH X650, SGH X670, SGH X700, SGH X820, SGH X830, SGH Z140, SGH Z170, SGH Z230, SGH Z240, SGH Z300, SGH Z370, SGH Z400, SGH Z400V, SGH Z500, SGH Z510, SGH Z530, SGH Z540, SGH Z560, SGH Z630, SGH Z720, SGH ZV10, SGH ZV40, SGH ZV50, SGH-i600, SGH-i607, SGH-L700, SGH-P520, SGH-V820L, SPH A900, SPH A900P, SPH A920, SPH A940, SPH A960, SPH M500, SPH M510, SPH M610, SPH M620, Z130, Z150, , A877 Impression, A886, B308, B3210 CorbyTXT, B3310, B3410, B500, B508, B518, B528, B5310 CorbyPRO, B5712C, B5722C, B7320, B7702C, B7722, B900, C158, C208, C218, C238, C3010c, C3050C, C308, C3110C, C3212, C3222, C3230, C3300K Champ, C3310C, C3510 Genoa, C3518, C3610C, C3630C, C3730C, C458, C5010 Squash, C5130U, C5212, C5510U, C5530, C6112C, D418, D428, D488, D508, D528, D608, D610, D618, D710, D788, D808, D828, D838, D848, D888, D908i, D988, E108, E1080C, E1150C, E118, E1220, E1410, E208, E2100C, E2120, E2120C, E2152, E218, E2210C, E251C, E2558, E258, E338, E348, E358, E368, E378, E398, E418, E428, E480, E488, E498, E538, E578, E590, E598, E608, E618, E628, E638, E648, E708, E738, E748, E750, E758, E768, E770, E778, E788e, E818, E838, E848, E848i, E880, E888, E908, E958, F118, F258, F268, F270 Beat, F278, F278i, F330, F339, F408, F488, F488E, F508, F809, F839, G508E, G608, G618, G800, G808, G808E, G810, GT B5722, GT C3303k, GT C6625, GT S3653 Corby, GT S5233A, GT S5253, GT-S5230, i450, i550, i560, I6320c, I6330c, i708, I8000 Omnia II, J150, J218, J608, J618, J708, j708i, J808e, L168, L170, L250, L258, L288, L608, L708e, M120, M128, M2510c, M2710c, M318, M3318c, M3510C, M519, M608, M618, M628, M7500, M7600, M8800c, M8910, P318, P518, P738, P858, S208, S3030C, S3100, S3110C, S3310, S3500C, S3550, S3600, S3600C, S3650, S5050C, S5200c, S5230c, S5330, S5350 Shark, S5520, S5530, S5580, S5600, S5608u, S5628, S5680, S579, S7120U, S7220u, S7330, S7350c, S7520U, S7550, S8000, S8000c, S8000U, S8300c, SGH B3210, SGH C130, SGH C160, SGH C200, SGH C207, SGH C207L, SGH C210, SGH C230, SGH C300, SGH C3300K, SGH C400, SGH D410, SGH D720, SGH E300, SGH E310, SGH E310C, SGH E315, SGH E316, SGH E530, SGH E568, SGH E600, SGH E620, SGH E710, SGH E715, SGH E720, SGH E728, SGH i458, SGH i710, SGH i780, SGH M610, SGH P300, SGH P400, SGH P510, SGH P777, SGH t401g, SGH U600, SGH X105, SGH X120, SGH X160, SGH X200, SGH X210, SGH X300, SGH X430, SGH X450, SGH X480, SGH X486, SGH X500, SGH X510, SGH X530, SGH X630, SGH X636, SGH X660, SGH X680, SGH X686, SGH Z107, U100, U308, U608, U708E, U800, U808, U808E, U908, U908E, W420, W579, w589, W609, w699, W709, W799, X108, X168, X478, X568, X638, X658, X668, X678, X708, X810, X818, Z728, Acclaim, Beam, Behold 2, Captivate, Continuum, Epic 4G, Fascinate, Galaxy, Galaxy 3 i5800, Galaxy 5, Galaxy 550, Galaxy 580, Galaxy A, Galaxy Ace, Galaxy Apollo, Galaxy BEAM, Galaxy Gio, Galaxy i5500, Galaxy i6500U, Galaxy Mini, Galaxy Portal, Galaxy S, Galaxy S 4G, Galaxy S II, Galaxy S Plus, Galaxy Spica i5700, Gem, I5503 Galaxy 550, Intercept, Mesmerize, Moment, Showcase, T-Mobile Behold II, Transform, Vibrant
Sanyo: S750, SCP-6600
Sharp: 770SH, 550SH, 703, 705SH, 802, 802SH, 825SH, 880SH, 902, 903, 904, 923SH, 930SH, 934SH, 936SH, 940SH, GX-L15, GX15, GX17, GX25, GX29, GXT15, SH1810C, SH5010C, SH5018C, SH5020C, SH6010C, SH6110C, SH6220C, SH6310C, SH807UC, SH9010C, SH9020C, SH9110C, SH9120C, SH9220C, SH9230C, AQUOS PHONE f SH-13C, AQUOS PHONE IS11SH, AQUOS PHONE IS12SH, AQUOS PHONE SH-12C, AQUOS PHONE SoftBank 006SH, AQUOS PHONE THE HYBRID SoftBank 007SH, FX PLUS ADS1, GALAPAGOS SoftBank 003SH, GALAPAGOS SoftBank 005SH, IS03, IS05, LYNX 3D SH-03C, LYNX SH-10B
Siemens: C65, C65-Vodafone, C66, C72, C75, CF75, CF76, CX65, CX70, CX75, EF81, M65, M75, ME75, S65, S75, SK65, SL65, SL75, ST60, AP75
Sony-Ericsson: C702, C902, C905, D750, D750i, F305, F500i, G502, G700, G900, J300a, J300i, K200i, K300, K300a, K300i, K310, K310a, K310i, K320i, K500i, K508, K508c, K508i, K510a, K510i, K530i, K550i, K600, K600i, K608i, K610, K610i, K618i, K630, K660i, K700, K700c, K700i, K750, K750i, K770, K790a, K790i, K800i, K800iv, K810i, K850i, M600i, P1i, P990i, S302, S500i, S700, S700i, S710a, T250i, T650i, V600, V600i, V630i, W200a, W200i, W300, W300i, W350, W380, W550c, W550i, W580i, W600c, W600i, W660i, W700i, W710i, W760, W800i, W810i, W810iv, W830i, W850i, W850iv, W880i, W890i, W900i, W910i, W950i, W960, X1, Z1010, Z300i, Z310i, Z310iv, Z500, Z500a, Z520a, Z520i, Z530i, Z550a, Z550i, Z555, Z558i, Z610i, Z710i, Z750, Z800, C702a, BeJoo F100i, C510, C510a, C510c, C702c, C901a, C901GH, C902c, C903, C903a, C905a, C905c, Cedar J108a, Cedar J108i, Elm J10, Elm J10i2, Equinox TM717, F305c, G502C, G702, G705, G705u, G902, Hazel, Hazel J20i, J105, J105 Naite, J108i Cedar, J20, J220i, J300, J300c, Jalou, Jalou F100i, K300c, K310C, K320, K500, K500C, K506, K506C, K510, K510C, K530, K550, K550C, K608, K618, K620, K630i, K660, K750c, K758, K758c, K770i, K790, K790C, K800, K810, K810c, K818, K818c, K850, K858, K858c, Naite J105, Naite J105a, Naite J105i, P900, P910, P910a, P910i, R306c, S002, S302c, S312, S500, S500c, S550C, S700C, T258, T303, T303c, T618, T628, T650, T658, T700, T707, T707a, T715, T715a, U10i, u10i Aino, U5i Vivaz, V630, V640, V640i, V800, w100i, W20, W200, W200c, W205, W20i, W300C, W302, W302c, W350c, W350i, W380c, W395, W395c, W508, W508a, W508c, W518, W518a, W550, W580, W580C, W595, W595c, W595s, W600, W610, W610C, W610i, W660, W700, W700c, W705, W705u, W707, W710, W710C, W715, W760c, W760i, W800, W810, W810c, W830, W830c, W850, W880, W888, W888c, W890, W898, W900, W902, W908, W908c, W910, W958c, W980, W980i, W995, W995a, Xmini, Xperia Pureness X5, Xperia Pureness X5i, Z258, Z310, Z320, Z520, Z520C, Z525, Z530, Z530C, Z550, Z550c, Z555i, Z558, Z558C, Z608, Z608C, Z610, Z710, Z710C, Z750i, Z770, Z770i, Z780, Z780a, Z780i, Z800i, Zylo, x10 mini, x10 mini Pro, Xperia arc, Xperia neo, Xperia PLAY, Xperia ray, Xperia X10, Xperia X8
Spice: D-90, M-6363, S-7000
T-Mobile: MDA Dash, MDA Mail, SDA II, SDA Music, SDA, SDA (US name), Comet, G1, G2, MyTouch 3G, myTouch 4G, myTouch 4G Slide, Pulse, Pulse Mini
TCL: D868, E300, E59, i606, I880, i898, M361, M686, M688, OT-708, Q3, U58
Tatung: M1
Toshiba: G500, REGZA Phone IS04, REGZA Phone T-01C
VK Mobile: VK4000
VOTO: V6600
Vodafone: v1210, v1240, VDA II, VDA IV, 845
ZTE: T930, F866, F950, F952, U220, U232, U235, U235B, U236, U260, U520, U522, U526, U721, U722, BLADE, Racer
i-mate: Smartphone2, SP Jas, SP3, SP3i, SP5, SP5m, SPL
KLIK tuk melanjutkan »

Cara Mendaftarkan Diri Untuk Mendapatkan NPWP


Dalam rangka untuk lebih memberikan keadilan di bidang perpajakan yaitu antara keseimbangan hak negara dan hak warga Negara pembayar pajak, maka Undang-Undang Perpajakan yaitu Undang-Undang tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan mengakomodir mengenai hak dan kewajiban Wajib Pajak.
KEWAJIBAN MENDAFTARKAN DIRI
Sesuai dengan sistem self assessment maka Wajib Pajak mempunyai kewajiban untuk mendaftarkan diri ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) yang wilayahnya meliputi tempat tinggal atau kedudukan Wajib Pajak untuk diberikan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Disamping melalui KPP atau KP2KP, pendaftaran NPWP juga dapat dilakukan melalui e-registration, yaitu suatu cara pendaftaran NPWP melalui media elektronik on-line melalui situs Pajak (www.pajak.go.id).

Bagi masyarakat baik perseorangan maupun badan (PT, CV, BUMD, firma, kongsi, koperasi, persekutuan, perkumpulan, yayasan, organisasi massa, organisasi sosial politik) yang memenuhi syarat sebagai Wajib Pajak, wajib mendaftarkan sendiri ke KPP atau K2KP untuk memperoleh NPWP. Bagi perseorangan, yang wajib memiliki NPWP adalah yang telah memenuhi persyarat subjektif dan syarat objektif.

Syarat subjektifnya adalah orang pribadi, sedangkan syarat objektifnya adalah memiliki penghasilan yang akan dikenakan pajak melebihi Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Berikut ini tabel PTKP bagi perseorangan mulai tahun pajak 2013:
Penghasilan Tidak Kena PajakSetahun (Rp)Sebulan (Rp)
untuk Wajib Pajak orang pribadi tidak kawin dan tidak mempunyai tanggungan (TK)24.300.000,-2.025.000,-
untuk Wajib Pajak orang pribadi kawin dan tidak mempunyai tanggungan (K/0)26.325.000,-2.193.750,-
untuk Wajib Pajak orang pribadi kawin + 1 tanggungan (K/1)28.350.000,-2.362.500,-
untuk Wajib Pajak orang pribadi kawin + 2 tanggungan (K/2)30.375.000,-2.531.250,-
untuk Wajib Pajak orang pribadi kawin + 3 tanggungan (K/3)32.400.000,-2.700.000,-
untuk Wajib Pajak Kawin + Penghasilan istri digabung dan tidak ada tanggungan (K/I/0)50.625.000,-4.218.750,-
Untuk Wajib Pajak Kawin + Penghasilan istri digabung + 1 tanggungan (K/I/1)52.650.000,-4.387.500,-
Wajib Pajak Kawin + Penghasilan istri digabung + 2 tanggungan (K/I/2)54.675.000,-4.556.250,-
Wajib Pajak Kawin + Penghasilan istri digabung + 3 tanggungan (K/I/3)56.700.000,-4.725.000,-
Keterangan:
  1. Tanggungan adalah anggota keluarga sedarah dan semenda dalam satu garis keturunan lurus, serta anak angkat yang menjadi tanggungan sepenuhnya.
  2. PTKP ditentukan berdasarkan keadaan pada awal tahun kalender.
NOMOR POKOK WAJIB PAJAK (NPWP)
NPWP adalah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak sebagai sarana yang merupakan tanda pengenal atau identitas bagi setiap Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajibannya di bidang perpajakan.

Untuk memperoleh NPWP, Wajib Pajak wajib mendaftarkan diri pada KPP, atau KP2KP dengan mengisi formulir pendaftaran dan melampirkan persyaratan administrasi yang diperlukan, atau dapat pula mendaftarkan diri secara on-line melalui e-registration.

Data pendukung yang perlu disiapkan oleh Wajib Pajak untuk mengisi formulir permohonan antara lain sebagai berikut:
  1. Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi dokumen yang diperlukan hanya berupa KTP yang masih berlaku.
  2. Bagi Wajib Pajak Badan, dokumen yang diperlukan antara lain :
    1. Akte Pendirian dan Perubahannya;
    2. KTP yang masih berlaku sebagai penanggung jawab;
  3. Kepada Wajib Pajak diberikan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dan Kartu NPWP diberikan paling lambat 1 (satu) hari kerja setelah diterimanya permohonan secara lengkap.
Perlu diketahui masyarakat bahwa untuk pengurusan NPWP tersebut di atas TIDAK DIPUNGUT BIAYA APAPUN.

Fungsi NPWP adalah :
  1. Sebagai sarana dalam administrasi perpajakan;
  2. Sebagai identitas Wajib Pajak;
  3. Menjaga ketertiban dalam pembayaran pajak dan pengawasan administrasirasi perpajakan;
  4. Menjadi persyaratan dalam pelayanan umum, misalnya passpor, kredit bank dan lelang.
Dengan memiliki NPWP, Wajib Pajak memperoleh beberapa manfaat langsung lainnya, seperti :
  1. memenuhi salah satu persyaratan ketika melakukan pengurusan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP);
  2. salah satu syarat pembuatan Rekening Koran di bank-bank; dan
  3. memenuhi persyaratan untuk bisa mengikuti tender-tender yang dilakukan oleh Pemerintah.
PENGUKUHAN PENGUSAHA KENA PAJAK (PKP)
Bagi masyarakat yang telah memiliki NPWP, wajib dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) oleh KPP atau KP2KP apabila telah memenuhi persyaratan tertentu. Syarat untuk dikukuhkan sebagai PKP adalah pengusaha orang pribadi atau badan tersebut melakukan penyerahan barang kena pajak atau jasa kena pajak dengan jumlah peredaran bruto/penerimaan bruto (omzet) melebihi Rp 600.000.000,- setahun.

Masyarakat yang tidak memenuhi persyaratan, dapat juga melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP. Bagi pengusaha yang telah diukuhkan sebagai PKP, diwajibkan untuk memungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari setiap pembeli/pemakai jasanya dengan menerbitkan faktur pajak.

PPN yang sudah dipungut, kemudian dilaporkan dalam laporan bulanan (Surat Pemberitahuan-SPT Masa) dan apabila ternyata ada PPN yang harus disetor ke bank atau kantor pos, maka harus disetor terlebih dahulu sebelum dilaporkan ke ke KPP tempat Wajib Pajak tersebut terdaftar. KPP atau KP2KP akan melakukan penelitian mengenai keberadaan dan kegiatan usaha di tempat usaha Wajib Pajak yang telah dikukuhkan sebagai PKP tersebut.
KLIK tuk melanjutkan »